Tips mudah Mengatur Jadwal Tidur Balita

Jadwal tidur balitaSource: pixabay.com

Dalam kehidupan sehari-hari balita memang jarang bisa diam. Maklum, hal ini dikarenakan masa balita merupakan masa bereksplorasi terhadap diri dan lingkungan. Oleh sebab itu, mereka sangat senang dengan aktivitas bermain dan aneka kegiatan eksplorasi lainnya. Sebagai orangtua, Ibu bisa menyiasati agar si Kecil tidak kekurangan waktu tidur dengan menetapkan jadwal tidur balita. Hal tersebut dikarenakan si Kecil juga membutuhkan tidur yang berkualitas atau tidur nyenyak untuk memulihkan stamina, memberi kesempatan kepada tubuh untuk melepaskan hormon pertumbuhan, memberbaiki sel-sel yang rusak, dan menstabilkan emosi.

American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan jumlah jam tidur bagi anak-anak dalam 24 jam yaitu:

Usia 4 bulan – 1 tahun : 12 – 16 Jam

Usia 1 – 2 tahun            : 11 – 14 Jam

Usia 3- 5 tahun             : 10 – 13 Jam

Usia 6 – 12 tahun          : 9 – 12 Jam

Usia 13 – 18 tahun        : 8 – 10 Jam

 Agar buah hati  peka terhadap lelah dan kantuk yang dirasakannya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan orangtua. Hal yang paling mendasar yaitu dengan mengatur waktu tidur anak, sehingga tubuh anak akan terbiasa dan memiliki waktu biologis. Adapun yang dimaksud dengan waktu biologis adalah keadaan dimana pada jam tertentu tubuhnya akan memunculkan sinyal berupa rasa kantuk tanda ia harus beristirahat. Berikut adalah sedikit ulasan mengenai cara mudah mengatur jadwal tidur anak.

Jangan biarkan si Kecil bangun terlalu siang. Pada pukul enam pagi, bukalah semua jendela dan biarkan kamar terang benderang dan sinar matahari masuk. Kemudian ajak si kecil keluar, beri ASI, lalu jalan-jalan di sekeliling rumah. Mungkin awalnya ia akan mengamuk. Tetapi setelah beberapa hari, ia pasti akan terbiasa.

Jangan biarkan anak tidur terlalu dekat dengan waktu tidur malam.  Lalu, jam berapa sebaiknya si Kecil  tidur malam? Biasanya, antara pukul 19.00–22.00 (semakin anak besar, rasa kantuk biasanya semakin mundur). Kalau orangtua menghendaki si kecil bangun pagi-pagi agar dapat bermain sebentar dengan kedua orangtuanya sebelum mereka bekerja, tanamkan kebiasaan tidur kurang lebih pukul 19.00. Agar anak dapat merasakan datangnya kantuk, setiap menjelang jam tidurnya, Ibu dapat menciptakan suasana yang tenang di rumah.

Selain itu, buat juga ritual tidur. Pukul 18.30 cuci kaki, cuci tangan, gosok gigi, dan ganti baju. Bacakan buku cerita dan dipijat. Setelah 30 menit, redupkan lampu dan semua orang tidur. Bila ia terus bermain, biarkan saja dan jangan bereaksi. Jika ia menangis, bujuklah dan kembali ’tidur’ (pejamkan mata). Percayalah, anak sangat cerdas. Ia akan cepat belajar dan menyesuaikan diri. Yang penting, butuh konsistensi dan kesamaan sikap dari Anda dan pasangan. Karena selain pola tidur yang terpengaruh orangtua yang suka begadang, dalam penelitihan juga ditemukan bahwa memberi makanan atau minuman saat bangun ditengah malam bisa memicu anak bermimpi buruk. Bahkan memeluk si kecil ketika ia terbangun, justru akan memperlambat anak untuk tertidur kembali sehingga tidur anak bermasalah.

Sebaiknya sejak awal anak sudah dibiasakan tidur siang sehingga jadwal tidur balita tercukupi. Sebagian anak yang memiliki energi besar atau aktif memang sulit diajak tidur siang. Seperti halnya tidur malam, Ibu juga perlu membujuk si Kecil agar mau tidur siang. Mengapa? Karena kecukupan tidur siang dan malam sama pentingnya bagi pertumbuhan fisik dan psikologis anak. Di saat tidur siang, anak sebenarnya sedang mengumpulkan tenaga untuk bisa melanjutkan aktivitas bermain di sore hari.  Tidur siang juga memberikan kesempatan kepada tubuh anak untuk mengembangkan jaringan saraf-saraf otak, sehingga dapat menyerap beragam informasi yang ada di lingkungan.

Be the first to comment on "Tips mudah Mengatur Jadwal Tidur Balita"

Leave a comment