Tips Mencegah Terjadinya Infekssi Nifas Setelah Melahirkan

nifas setelah melahirkanSource: Sheknows

Nifas setelah melahirkan merupakan suatu kewajaran yang terjadi pada seorang Ibu yang baru saja mengeluarkan bayi dari rahimnya. Pada saat melahirkan tersebut, darah nifas ini juga menyertai lahirnya si buah hati. Biasanya, waktu nifas terjadi selama kurang lebih 6 minggu atau sekitar 40 hari dari masa persalinan.

Walaupun nifas setelah melahirkan merupakan hal wajar terjadi, namun bukan berarti ha tersebut tidak membahayakan bagi Ibu. Jika tidak ditangani secara baik, hal ini bisa membahayakan jiwa. Bagaimana pun, bekas luka apa lagi luka-luka bekas melahirkan haruslah dirawat dengan baik agar tidak terjadi infeksi.

Pada saat sedang mengalami nifas, Ibu akan mengalami demam. Namun yang perlu Ibu ketahui, demam tersebut tidak boleh lebih dari 38 derajat celcius. Jika demam melewati angka tersebut, bisa jadi itu merupakan tanda awal sedang terjadinya infeksi nifas.

Ciri-ciri lain infeksi nifas yaitu:

  • Rasa nyeri di bagian rahim
  • Keluarnya lokia dengan bau yang menyengat
  • Darah yang keluar berwarna kekuningan
  • Mudah kelelahan yang teramat sangat
  • Daya tahan tubuh berkurang
  • Terjadinya fungsi organ

Ibu yang merasakan tanda-tanda telah mengalami infeksi nifas, jangan pernah mengabaikan hal tersebut. Banyak hal buruk bisa terjadi jika tidak memperdulikan bekas luka yang terjadi setelah melahirkan. Bukan hanya menyebabkan sakit yang berkepanjangan namun bisa berakibat kematian.

Sebelum terjadi infeksi tersebut, ada baiknya Ibu melakukan pencegahan agar hal ini tidak menyerang dan memperburuk kesehatan. Infeksi nifas tidak serta merta terjadi setelah pasca melahirkan saja, namun pada saat masa kehamilan pun gejala tersebut bisa saja terjadi. Adapun tips untuk mencegah terjadinya infeksi nifas setelah melahirkan, bisa mengikuti beberapa cara berikut ini :

  1. Pada masa kehamilan, sebaiknya perbaiki gizi yang diasup oleh Ibu hamil. Perhatikan keseimbangan makanan yang dikonsumsi, agar kesehatan dan tenaga selalu terjaga. Karena salah satu penyebab terjadinya infeksi karena bayi yang terlalu lama keluar dari rahim.
  2. Pada masa kehamilan, sebaiknya hindari berhubungan badan dengan Ayah pada masa hamil tua.
  3. Setelah melahirkan, rawat luka pasca melahirkan dengan seksama dan teratur dengan cara teknik aseptik, yaitu mencegah sebisa mungkin mikroorganisme masuk ke dalam luka bekas persalinan.
  4. Semua alat dan bahan yang digunakan di area kewanitaan haruslah dalam keadaan bersih.
  5. Sebaiknya, Ibu meminta ruangan khusus seandainya terjadi infeksi nifas. Jangan meminta bergabung dengan pasien lain. Selain untuk tetap menjaga kesehatan dan mempercepat penyembuhan karena infeksi nifas setelah melahirkan, juga membantu fasien Ibu melahirkan yang lain agar tidak terjadi penyebaran kuman yang bisa saja terjadi dengan berbagai cara.
  6. Batasi waktu berkunjung dari orang-orang yang ingin menjenguk dan mngetahui keadaan Ibu. Beristirahatlah yang cukup dan tidak mudah lelah, agar kesehatan dan masa pemulihan tenaga setelah melahirkan terjaga. Tubuh Ibu harus kuat kembali, agar tidak mudah terserang penyakit.
  7. Pastikan pada saaat melakukan persalinan, rumah sakit atau klinik bersalin yang Ibu datangi memiliki peralatan dan ruangan yang steril serta kebersihan terjaga.
  8. Ketenangan mental pada saat melahirkan sangat diperlukan, agar Ibu tidak gampang panik dan mengerti apa yang seharusnya dilakukan. Walaupun rasa sakit itu ada, namun Ibu harus berkonsentrasi agar tidak melakukan persalinan dalam waktu yang lama. Karena hal ini menjadi salah satu sebab yang menyebabkan infeksi.
  9. Perhatikan zat besi yang dibutuhkan tubuh selama kehamilan agar bahaya anemiatidak menyerang. Konsumsi makanan-makanan yang mengandung zat besi tinggi seperti daging merah, sayuran berwarna hijau, dan sebagainya.

Demikian beberapa tips untuk mencegah nifas setelah melahirkan. Semoga bermanfaat bagi kesehatan Ibu.

Be the first to comment on "Tips Mencegah Terjadinya Infekssi Nifas Setelah Melahirkan"

Leave a comment