Temukan 10 Fakta Alergi yang Wajib Diketahui

fakta alergiSource: medlineplus.gov

BeritaCampur.com – Alergi adalah kondisi gangguan akibat kegagalan sistem kekebalan tubuh manusia. Tubuh akan mengalami reaksi berlebih terhadap bahan-bahan anti genik atau alergen, seperti lingkungan, obat-obatan, debu, makanan tertentu, serbuk bunga dan lain sebagainya, yang dianggap bahan asing berbahaya. Alergi hanya terjadi pada orang yang bersifat atopik atau penderita hipersensitif, sedang pada orang lain yang tidak atopik, gejala alergi tidak akan terjadi.

Terdapat banyak penelitian guna mendiagnosis kondisi alergi. Pada kasus-kasus tertentu reaksi  alergi terjadi dengan dengan mudah terindikasi, namun ada pula yang mengalami respon berbeda, reaksi yang ditimbulkan sangat hebat dan bahkan bisa membahayakan keselamatan jiwa. Simak tanya jawab seputar fakta alergi dan imunitas bersama dr. Nia, SpA-KAI melalui Nutriclub.

Dewasa ini banyak bermunculan unsur kimia baru yang berpotensi terhadap perubahan lingkungan. Maka tubuh manusia harus cepat merespon perubahan yang terjadi. Proses beradaptasi terhadap lingkungan yang baru inilah yang terkadang menimbulkan reaksi berlebih pada tubuh dalam bentuk alergi. Berikut ini 10 fakta alergi yang dapat membantu Ibu mengenali gejala  dan pencegahannya :

  1. Alergi adalah kondisi gangguan kesehatan yang terjadi ketika tubuh mendeteksi zat aneh yang dianggap berbahaya. Sistem kekebalan tubuh langsung bekerja memproduksi antibodi.
  2. Reaksi alergi dibedakan menjadi hipersensitif cepat dan hipersensitif lambat. Hipersensitif cepat dapat terjadi dalam waktu 15 menit, seperti asma, alergi makanan, alergi obat dan hay fever. Hipersensitif lambat terjadi dalam 2 hari, seperti alergi pada kulit.
  3. Alergi terpengaruh dari faktor genetika dan lingkungan. Jika orang tua mengidap alergi, maka kemungkinan anak pun mengidap alergi, walau belum tentu dari jenis alergi yang sama.
  4. Makanan yang dipercaya sebagai penyebab utama alergi adalah kacang tanah, kerang, ikan, kacang walnut, telur, susu, gandum dan kedelai.
  5. Makanan yang tidak sempurna dicerna oleh usus akibat kebocoran dinding usus, dapat masuk ke dalam darah dan menyebabkan alergi.
  6. Pemberian ASI pada usia bayi 6 bulan pertama dapat mencegah terjadinya alergi. Alergi pada bayi berkembang selama usia 18 bulan, karena sistem pencernaan dan kekebalan tubuh sedang dalam proses pembentukan.
  7. Bila Ibu mengetahui penyebab alergi yang dialami, hindari kontak dengan pemicu alergi tersebut. Konsultasikan dengan dokter bagaimana caa melakukan pencegahan sebelum gejala alergi menyerang.
  8. Antihistamin mampu mengurangi alergi, decongestants dan nasal spray ampuh menghadapi alergen udara.
  9. Beberapa gejala alergi mematikan disebabkan beberapa jenis makanan, obat dan gigitan serangga. Saat alergan menyerang sistem kekebalan tubuh, penderita akan mengalami peningkatan adrenalin.
  10. Zat-zat yang bersinggungan langsung dengan kulit, seperti latex, umumnya menyebabkan reaksi alergi. Alergi kulit menyebabkan pembengkakan dan rasa panas pada kulit. Penderita alergi latex kemungkinan juga mengalami gejala alergi bila mengkonsumsi alpokat, kiwi dan kacang chestnut.

Upaya pencegahan alergi dapat dilakukan sejak bayi masih dalam kandungan. Alergan tidak harus sepenuhnya dihindari karena justru akan menimbulkan toleran pada bayi yang akan dilahirkan. Penelitian seputar alergi pada bayi ini masih terus dikembangkan dengan tujuan pencegahan kecacatan otak akibat penyakit bayi baru lahir.

Fakta alergi penting dari hasil riset mengenai bayi yang terlahir dari Ibu rentan alergi adalah dengan pemberian ASI, sebagai bentuk pencegahan dampak alergi pada bayi. ASI mengandung Imunoglobulin A sebagai pelindung bayi terhadap berbagai jenis penyakit. Pemberian inisiasi menyusui dini, ASI eksklusif selama 6 bulan, dan dilanjutkan dengan MPASI hingga bayi berusia 2 tahun dapat menolong tumbuh kembang bayi lebih optimal, sehat dan cerdas demi terwujudnya generasi platinum

Be the first to comment on "Temukan 10 Fakta Alergi yang Wajib Diketahui"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*