Perkembangan Bayi Pada Usia 10 Hingga 11 Bulan

Perkembangan Bayi 5 BulanSumber: Pinterest

BeritaCampur.com – Melihat pertumbuhan dan perkembangan buah hati dari minggu ke minggu kadang menyebabkan kita tidak sadar jika bayi sudah waktunya untuk berjalan, berbicara dan bertumbuh perlahan-lahan menjadi calon batita dan balita.

Bagi Ibu yang memiliki bayi berusia 36 minggu atau 9 bulan, bersiaplah untuk segera menghadapi fase selanjutnya karena pertumbuhan dan perkembangan buah hati tidak terasa akan berjalan begitu cepat. Nah, bagi Ibu yang buah hatinya sudah mulai memasuki usia 10 bulan, pahami dan amatilah perkembangan dan pertumbuhannya agar tidak kelewatan satupun bagian paling penting dalam fase hidupnya.

Perkembangan bayi pada usia 10-11 bulan biasanya menjadi perkembangan yang paling dinanti-nanti. Pada kalender perkembangan bayi, terdapat beberapa kemiripan antara perkembangan bayi berusia 10 bulan dan 11 bulan. Perkembangan Sebab, terdapat dua perkembangan yang umumnya dimulai sejak usia ini. pertama ditandai dengan langkah pertama bayi dan perkembangan kedua ditandai dengan kata pertama bayi. Yap! Bayi Ibu  akan segera berjalan dan berbicara. Tetapi tidak perlu buru-buru ya, Bu. Masih banyak perkembangan lain yang perlu Ibu perhatikan juga pada usia ini.

 

  • Kemampuan merangkak bayi menjadi sempurna. Setelah pada usia 9 bulan bayi belajar untuk merangkak, di awal usia 10 bulan ini kemampuan merangkak bayi perlahan menjadi sempurna. Dengan sempurnanya kemampuan merangkak, maka bayi dapat mulai duduk dengan nyaman dan tidak mudah goyah alias sudah seimbang. Tidak cuma sampai disitu, kemampuan merangkak ini bahkan dapat digunakan bayi Ibu untuk menapaki anak tangga. Seru, kan?
  • Bayi belajar untuk berjalan. Pada usia 10-11 bulan, bayi akan mulai belajar untuk mengambil langkah pertama menggunakan kaki-kaki kecilnya. Berbanggalah bila sebelum usia 10 bulan, bayi Ibu sudah dapat berdiri tegak karena ini berarti, pada usia 10 bulan ia sudah mampu berjalan. Dengan perlahan-lahan, Ibu harus sabar mengajari bayi yang baru bisa berjalan, ia tidak serta merta dapat berjalan dengan lancar tetapi akan sering terjatuh sebab ia harus menemukan apa itu keseimbangan. Hindari paksaan terhadap bayi untuk berjalan dan biarkan ia perlahan-lahan menemukan cara untuk dapat mengambil langkah pertamanya.
  • Bayi mulai mengenal motorik halus untuk pertama kalinya. Hal ini ditandai dengan kemampuan bayi untuk mengambil sesuatu yang berukuran kecil dengan jari-jarinya. Misalnya, mengambil sereal yang jatuh, potongan biskuit berukuran kecil, atau benda-benda kecil lainnya. “Kalau bayi saya sudah bisa, apa bedanya?” Ya, pertanyaan itu mungkin terlintas di pikiran Ibu. Kalau bayi Ibu sudah bisa melakukannya, coba amati. Pada usianya yang 10 bulan ini, bayi dapat mengambil benda tersebut tanpa menopangkan pergelangan tangannya di suatu permukaan. Dia dapat melakukannya sembari merangkak dengan satu tangan atau sembari duduk. Wah! Bayi Ibu hebat, kan?
  • Kemandirian yang mulai nampak. Karena kemampuannya untuk meraih dan menggenggam sesuatu sudah cukup baik, bayi  mulai belajar untuk mandiri. Jangan khawatir bila bayi mulai belajar untuk menggenggam sendok makannya sendiri. Dia sedang belajar bagaimana memasukkan makanan sendiri ke dalam mulut tanpa bantuan Ibu. Justru bila terus-terusan dicegah untuk belajar, maka ia tidak segera mandiri pada usianya nanti.
  • Bayi mulai menunjukkan ‘dirinya’ dan menolak kehadiran ‘teman main’. Selain kemandirian yang Ibu lihat sehari-hari di dalam rumah, coba sesekali ajaklah bayi Ibu untuk berbaur dengan orang lain. Misalnya mengajaknya ke penitipan anak, ke lingkungan tempat tinggal atau berjalan-jalan ke tempat umum. Disinilah Ibu akan mendapati bahwa buah hati Ibu tidak selalu menginginkan keberadaan teman untuk bermain. Dia bisa saja menolak kehadiran anak lain saat sedang bermain bersama-sama. Tidak perlu khawatir atau memarahinya, inilah tahap pertama bayi dalam memilih mana yang ia suka dan tidak suka.
  • Belajar bicara, mengenali bahasa dan memberi label pada benda. Ini merupakan ciri khas bayi pada usia 10-11 bulan. Mereka akan mulai bisa mengucapkan kata-kata sederhana seperti : “Ma”;”Pa”;”Mam” dan lain sebagainya. Mereka akan mulai belajar untuk berbicara!  Menyenangkan, kan? Beberapa istilah konyol mungkin akan terdengar, namun sebaiknya Ibu memerhatikan perkembangan itu dan tetap mengajarinya untuk bicara. Banyak langkah untuk membantu bayi agar cepat bicara, diantaranya adalah :
  • Menceritakan padanya apa yang ibu lihat.
  • Membacakan dongeng sebelum tidur.
  • Menyanyikan lagu anak-anak.
  • Mengajaknya berdialog meskipun dia belum bisa menimpalinya.
  • Membiarkannya bersosialisasi dengan lingkungan sekiar.

 

Wah-wah, ternyata banyak sekali perkembangan bayi pada usia ini, ya? Tentunya Ibu akan semakin menyayangi buah hati Ibu dengan berbagai kemampuan yang bertambah pada dirinya. Di sisi lain, jangan lupa untuk mempersiapkan diri menghadapi perkembangan-perkembangan ini. Persiapan-persiapan tersebut penting dilakukan mengingat bayi masih membutuhkan ini dan itu dari Ibu.

  1. Perhatikan asupan makanan bayi.
  2. Siapkan mental untuk menghadapi cerewetnya fase-fase ini.
  3. Beri semangat pada anak Ibu dalam bentuk tindakan maupun perkataan agar ia semakin cepat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Tentunya hal-hal seputar tumbuh kembang bayi akan berbeda setiap anak. Ibu tidak perlu memaksakan sesuatu pada buah hati Ibu, ya. Biarkan ia secara alami menemukan waktu yang tepat untuk memulai berbagai hal dalam usianya yang baru menginjak 10 bulan. Misalnya, memaksa untuk berjalan atau terus-terusan mengajak bayi bicara agar ia cepat bicara. Bayi Ibu kelak akan menemukan saat yang tepat untuk itu.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*