Makanan Khas Jepang Saat Hamil, Kenapa Tidak?

makanan sehat ibu hamilSource: look-see-eat.blogspot.com

BeritaCampur.com – Selama masa kehamilan, makanan sehat Ibu hamil menjadi skala prioritas. Makanan yang sehat memiliki peranan yang sangat besar bagi perkembangan bayi dalam kandungan. Ibu perlu mengetahui apa saja yang perlu diperhatikan demi menyiapkan asupan yang sehat bagi janin dalam kandungan. Lalu bagaimana jika Ibu ingin mengonsumsi makanan yang lebih variatif seperti makanan khas Jepang, sushi dan sashimi? Tentu saja boleh. Asalkan beberapa hal penting tetap harus diperhatikan.

Sushi merupakan masakan tradisional Jepang yang terdiri dari nasi yang dicampur dengan cuka dan garam. Dikombinasikan dengan bahan lain yang beraneka ragam seperti daging, ikan laut dan buah-buahan tropis. Sashimi adalah potongan ikan mentah atau daging yang disajikan tanpa menggunakan nasi, yang dalam penyajiannya disertakan kecap dan saos khusus Sashimi.

Salah satu yang wajib menjadi pertimbangan untuk Ibu hamil adalah pengolahan Sushi dan Sashimi itu sendiri. Karena kebanyakan hewan laut atau daging yang digunakan dalam keadaan mentah atau setengah matang. Yang harus dihindarai bagi Ibu hamil yang tetap ingin mengkonsumsi Sushi atau Sashimi adalah bahan makanan itu sendiri, seperti ikan laut yang berkadar mercury tinggi, yaitu : tuna, pari, tenggiri, mackerel raja, todak, hiu, tilefish. Sedangkan untuk ikan kod, lobster, dan kakap boleh dikonsumsi asalkan tidak lebih dari 180 gram per bulan. Dan untuk ibu hamil yang menjadi penggemar ikan haring, salmon, sarden kaleng, cumi-cumi, bandeng atau pun nila, boleh berbahagia menikmatinya sebanyak dua kali 180 gram setiap minggu. Namun tetap perlu diingat cara memgolah bahannya.

Pertimbangan untuk tidak menggunakan bahan mentah dikarenakan dalam daging dan ikan mentah ada bakteri atau virus yang terkandung didalam bahan tersebut. Terdapat beberapa jenis cacing pita di dalam daging mentah seperti cacing taeriasaginata yang berasal dari sapi dan cacing diphyllabothilamlatum yang berasal dari ikan serta bakteri salmonella yang apabila terkonsumsi akan mengakibatkan rasa mual, lemas, diare, sakit perut, lapar terus menerus, kehilangan nafsu makan, berat badan menurun dan defisiensi vitamin. Cacing pita yang masuk ke dalam usus akan tumbuh di dalam usus hingga mencapai 15 meter dan bertahan hingga beberapa tahun lamanya. Larva cacing pita akan menyebar ke seluruh bagian tubuh dan menggerogoti bagian vital tubuh seperti hati, jantung, dan otak yang dapat menyebabkan kematian.

Melihat betapa bahayanya memakan makanan berbahan mentah seperti di atas, Ibu tentu akan berfikir dua kali sebelum mengonsumsi Sushi dan Sashimi bukan? Tapi tenang, ada beberapa tips aman untuk Ibu hamil jika tetap ingin mengonsumsinya :

  1. Hindari Sushi dan Sashimi berbahan ikan atau daging mentah.

Di beberapa restoran terpercaya biasanya memiliki standar untuk bahan yang digunakan. Ikan atau daging yang telah melalui proses pembekuan dalam suhu tertentu ataupun setelah melalui proses pengasapan ataupun dibuat acar, dianggap sudah melewati proses pematangan. Dan sekarang ini, sudah banyak menu sushi atau sashimi yang berbahan daging atau ikan yang sudah benar-benar matang. Jadi bijaklah memilih.

  1. Hindari Sushi dan Sashimi yang berisi ikan laut dengan memiliki kadar mercury tinggi.
  2. Ambil porsi sedang atau secukupnya.

Terkadang ketika mengkonsumsi apa yang disukai akan membuat Ibu hamil lupa peraturan. Tetap harus ingat, berapa ukuran yang dapat dikonsumsi. Segala sesuatu yang berlebihan tentu akan memberi dampak tidak nyaman. Perhatikan batas aman saat mengonsumsinya. Selain itu, ibu hamil bisa konsumsi makanan khas Jepang lainnya seperti ramen, bento, oden dan masih banyak lagi makanan menarik lainnya.

Selamat berpetualang dengan makanan khas Jepang!

Be the first to comment on "Makanan Khas Jepang Saat Hamil, Kenapa Tidak?"

Leave a comment