Imunisasi Untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak Sehat

tumbuh kembang anakSumber: Pexels.com

BeritaCampur.com – Proses tumbuh kembang anak yang sempurna bermula dari Ibu.  Seorang Ibu hendaknya memperhatikan kesehatan diri dan bayinya sejak dini. Mulai dari dalam kandungan, Ibu membutuhkan asupan makan  yang dapat mendukung perkembangan janin di rahimnya serta menjaga kesehatan tubuhnya. Pemberian asupan yang cukup selama hamil  juga harus di lanjutkan pada masa Ibu menyusui. Ibu yang sedang menyusui bukan hanya membutuhkan asupan gizi untuk dirinya sendiri tapi juga untuk memproduksi Air Susu Ibu (ASI) bagi bayinya.

Asupan gizi Ibu untuk tumbuh kembang anak diberikan melalui ASI. Nutrisi dalam ASI akan lebih maksimal jika sang Ibu juga mengonsumsi makanan sehat. Kebutuhan karbohidrat, protein, lemak dan vitamin, bisa di dapatkan dari makanan 4 sehat 5 sempurna. Nasi, lauk, sayur, buah, serta susu yang di konsumsi Ibu selain memulihkan tenaga pasca persalinan juga menjadi bahan untuk menghasilkan ASI yang berkualitas.

Ketika bayi meminum ASI, ia mendapatkan nutrisi yang lengkap untuk pertumbuhannya. ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Apabila tidak ada indikasi medis mengenai kesehatan bayi yang mengharuskan ia mengonsumsi susu formula, maka sebaiknya diberikan ASI selama enam bulan pertama. Pemberian ASI juga mendukung tumbuh kembang anak pada usia selanjutnya. Setelah berusia enam bulan, anak mulai diberikan MPASI atau makanan pendamping ASI. Bubur adalah MPASI yang sudah umum diberikan kepada bayi. Bubur bayi organic sebagai nutrisi anak memberikan alternatif makanan pendamping ASI yang sehat.  

Ketika bayi di lahirkan, ia dibekali dengan kekebalan alami. Pemberian ASI pertama kali yang mengandung kolostrum juga merupakan penguat system kekebalan tubuh anak. Tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh kesehatan, sehingga ia membutuhkan imunisasi untuk menjaganya dari berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus

Di Indonesia ada 5 jenis imunisasi wajib untuk bayi, dan ini diberikan secara gratis di Posyandu. Vaksin Hepatitis B paling baik diberikan sebelum waktu 12 jam setelah bayi lahir. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke anak saat proses kelahiran. Vaksin Polio diberikan sebanyak 4 kali sebelum bayi berusia 6 bulan. Vaksin ini bisa diberikan pada saat lahir, kemudian pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Vaksin ini diberikan untuk mencegah lumpuh layu. Vaksin BCG hanya diberikan sebanyak 1 kali dan disarankan pemberiannya sebelum bayi berusia 3 bulan. Vaksin BCG berfungsi untuk mencegah kuman tuberkulosis yang dapat menyerang paru-paru dan selaput otak, dapat menyebabkan terganggunya tumbuh kembang anak, kecacatan bahkan kematian. Vaksin Campak diberikan sebanyak 2 kali, yaitu pada usia 9 bulan dan 24 bulan. Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit campak berat yang dapat menyebabkan pneumonia (radang paru), diare, dan bahkan bisa menyerang otak. Pentavalen (DPT-HB-HiB) diberikan untuk mencegah 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak). Vaksin ini diberikan sebanyak 4 kali, yaitu pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan. Semua jenis imunisasi wajib tersebut harus  diberikan secara lengkap sebelum anak berusia 1 tahun.

Imunisasi sebagai pencegahan penyakit, terbukti mampu memberantas penyakit menular, sepeti campak, gondongan, batuk rejan (pertusis), polio, cacar air, dan lainnya. Oleh karena itu, disarankan kepada ibu yang mempunyai bayi untuk membawa bayinya ke Posyandu, Puskesmas, bidan, maupun dokter untuk mendapatkan imunisasi. Dengan imunisasi diharapkan bisa membantu tumbuh kembang anak agar lebih optimal.

2 Comments on "Imunisasi Untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak Sehat"

  1. Saya mempunyai anak yang masih kecil, setelah baca artikel ini saya jadi lebih tahu harus berbuat apa, sangat bermanfaat sekali. Terima kasih.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*