Gangguan Pencernaan Pada Bayi Tidak Hanya Diare dan Sembelit

Gangguan pencernaan pada bayiSumber: Tribun

 

Kebanyakan orang tua hanya mengerti dua tanda gangguan pencernaan pada bayi, yaitu diare dan sembelit atau yang juga disebut dengan susah buang air besar. Padahal, bukan dua masalah itu saja yang menandai bayi mengalami gangguan pencernaan.

Sebagai orang tua, ibu harus tahu mengenai apa saja gangguan pencernaan yang bisa dialami oleh sang buah hati. Jangan pernah menganggap sepele. Pencernaan yang sehat menentukan kesehatan bayi secara keseluruhan. Bayangkan saja bagaimana nutrisi bisa disalurkan ke seluruh tubuh jika sistem pencernaan tidak baik?

Para ahli kesehatan anak pun sudah menjelaskan ada beberapa masalah kesehatan serius yang ternyata disebabkan oleh adanya gangguan pada pencernaan bayi.

Gangguan Pencernaan Karena Hipersensitif

Anda tahu hipersensitif? Ini istilah yang digunakan di dalam dunia medis untuk menjelaskan bagaimana kondisi pencernaan bayi yang terlalu sensitif. Sama halnya ketika kulit yang terlalu sensitif. Terkena rumput sedikit saja muncul bintik merah dan kulit menjadi gatal. Begitu juga dengan sistem pencernaan yang hipersensitif. Pencernaan bayi terlalu sensitif dengan hal tertentu.

Salah satu tanda anak mengalami hipersensitif pada pencernaan adalah sering muntah. Pertanyaannya adalah mengapa si kecil muntah. Perhatikan apa yang baru ia konsumsi. Jika setiap kali si kecil minum susu lalu muntah, kemungkinan ia mengalami alergi susu. Sistem pencernaan tidak mampu mencerna kandungan yang ada di dalam susu tersebut. Hentikan pemberian susu lalu konsultasi dengan dokter anak.

Tidak hanya muntah saja yang menjadi tanda sistem pencernaan anak hipersensitif. Ada tanda lain seperti sering cegukan, sering buang angin dan setiap kali buang angin suaranya keras, keluar darah ketika buang air besar, dan lain sebagainya.

Dari sekian banyak tanda tersebut, ada satu yang perlu untuk mendapatkan perhatian penting, yaitu kolik. Ini adalah suatu keadaan di mana bayi merasakan sakit yang luar biasa pada bagian perut. Karena sakitnya tersebut, bayi menangis lama sekali.

Mungkin hal ini perlu dialami oleh bay ibu. Biasanya, bayi tiba-tiba terbangun di tengah malam dan menangis sampai subuh tiba. Mungkin saja si kecil mengalami kolik. Rewel di malam hari sering sekali disebabkan oleh kolik.

Sayangnya, tidak ada yang bisa dilakukan. Kolik merupakan hal yang alami dan akan hilang secara alami sendiri. Sebagai orang tua, yang bisa ibu lakukan hanyalah bagaimana agar rasa sakit pada sistem pencernaan si kecil tidak terlalu parah sehingga ia tidak perlu menangis dan rewel. Akan lebih baik jika bu bisa melakukan pencegahan dengan cara memberikan makanan yang tepat sesuai dengan usia sang buah hati. Yang dimaksud “tepat” di sini adalah tepat tekstur makanannya serta tepat kandungan gizinya. Ini sebenarnya inti dari seluruh cara mencegah gangguan pencernaan pada bayi.

Akibat Gangguan Pencernaan

Ibu bisa tebak sendiri apa akibatnya jika anak mengalami gangguan pencernaan. Si kecil akan sering menangis, rewel, tidak mau makan, tidak mau minum ASI atau susu, dan tubuhnya menjadi kurus.

Itu semua tanda yang secara kasat mata bisa dilihat oleh orang awam. Namun, para ahli kesehatan menemukan fakta lain. Gangguan pencernaan yang bayi alami ternyata bisa berimbas pada kondisi yang lebih fatal dari sekedar menangis atau berat badannya turun. Para ahli kesehatan anak mengatakan gangguan pencernaan bisa menyebabkan bayi mengalami masalah kulit. Seperti yang sudah ibu ketahui, kulit bayi itu masih sangat sensitif. Dan kondisi ini semakin parah ketika ia tidak mau makan dan minum karena sistem kekelaban tubuhnya semakin turun. Walhasil, si kecil mudah sekali terserang penyakit.

Dan ternyata bukan hanya kulit saja yang semakin sensitive, tapi juga mata dan hidung. Mata lebih sering mengeluarkan air dan mata tidak cerah bersinar. Padahal, ciri-ciri bayi yang sehat itu memiliki mata yang cerah bersinar. Hidungpun sensitif. Bayi sering mengalami pilek dan flu.

Jadi, ibu jangan menyepelekan gangguan pencernan pada anak karena bisa dikatakan ini adalah pintu masuk di mana bakteri atau virus bisa menyerang kesehatan sang buah hati.

Hal Kecil Untuk Mencegah Gangguan Pada Pencernaan Bayi

Sudah disinggung sebelumnya bahwasannya pemilihan makanan yang tepat menjadi hal penting untuk mencegah gangguan pencernaan pada bayi. Bagaimana jika sang buah hati sudah balita? Setidaknya 3 hal ini yang ibu lakukan.

  1. Pilihkan susu balita yang terbaik

Banyak sekali merk susu balita yang katanya terbaik. Terbaik atau tidaknya itu bukan ditentukan oleh merk atau harga yang mahal tapi kandungan nutrisi. Apakah kandungan nutrisi di dalam susu yang ibu pilihkan sesuai dengan yang dibutuhkan sang buah hati? Ini pertanyaan yang harus ibu jawab.

  1. Jangan biasakan si kecil makan jajan sembarangan

Hati-hati jika balita sudah mulai suka snack. Potensi gangguan pencernaan samakin besar. Apalagi jika anak sering mengkonsumsi cemilan dengan bumbu yang sangat pekat, ini sangat berbahaya.

  1. Selalu berikan buah dan sayur setiap hari

Masalah pencernaan lebih disebabkan karena kurangnya serat. Dan serat bisa terpenuhi jika anak suka makan buah dan sayur setiap hari.

Sebenarnya, sangat mudah untuk mencegah masalah gangguan pencernaan. Hanya saja, jika hal-hal tersebut di atas sudah ibu lakukan tapi tetap saja muncul masalah pada pencernaan si kecil, segera konsultasi dengan dokter. Setidaknya, ibu sudah tahu upaya apa saja yang perlu dilakukan untuk mencegah gangguan pencernaan pada bayi.

Be the first to comment on "Gangguan Pencernaan Pada Bayi Tidak Hanya Diare dan Sembelit"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*