Cara Menyimpan ASI Agar Tidak Kadaluarsa

menyimpan asisource: babytime.ie/baby

BeritaCampur.com – Salah satu impian seorang Ibu adalah bisa memberikan ASI kepada bayinya. Proses pemberian ASI dimulai setelah bayi lahir ke dunia melalui proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD). ASI tahap awal mengandung kolostrum yang sangat penting untuk menunjang perkembangan bayi yang baru lahir. Pemberian ASI eksklusif berlanjut sampai bayi berusia 6 bulan. Bagi Ibu yang bekerja tidak mempunyai banyak waktu untuk menyusui secara langsung namun ingin tetap memberikan ASI kepada bayinya, bisa dilakukan dengan cara memerah ASI. Ibu harus memahami cara menyimpan ASI yang baik agar kualitasnya tetap terjaga.

ASI perah yang terjaga kualitasnya mempunyai kandungan gizi sama baik dengan ASI yang disusui secara langsung oleh bayi. ASI yang disimpan dalam suhu ruangan hanya bertahan 3-6 jam saja. Agar bisa bertahan lebih lama, Ibu bisa menyimpan ASI perah di dalam lemari pendingin. Wadah ASI usahakan berupa botol kaca, botol plastik dengan label bebas bahan berbahaya, ataupun kemasan plastik khusus. Hindari  menyimpan ASI perah dalam botol atau plastik yang digunakan untuk keperluan umum. Prinsip utama dalam cara menyimpan ASI di lemari pendingin adalah first in first out. Beri label waktu berupa jam dan tanggal ASI diperah pada setiap kemasan sebelum disimpan dalam kulkas. Hal ini bertujuan agar Ibu bisa mengambil ASI yang lebih dulu disimpan.ASI perah yang Ibu kumpulkan dapat disimpan mulai dari beberapa jam hingga beberapa bulan, tergantung dari suhu ruangan penempatannya. Berikut waktu penyimpanan ASI yang harus diketahui Ibu pekerja, sebagai berikut :

  • ASI perah tahan hingga 3 – 6 jam jika ditaruh pada suhu ruangan
  • ASI perah tahan hingga 24 jam jika disimpan dalam boks pendingin dengan tambahan kantung es (ice pack).
  • ASI perah tahan sampai 5 hari, jika berada pada kulkas bagian lemari pendingin dengan suhu minimal 4o celcius.
  • ASI perah tahan hingga 6 bulan pada freezer dengan suhu -18o celcius.

Menjaga kesterilan botol penyimpanan baik sebelum atau sesudah digunakan juga sangat penting untuk dilakukan. Ibu dapat melakukan sterilisasi dengan cara merebus botol dalam air panas mendidih sekitar 5-10 menit atau dengan menggunakan alat sterilisasi elektrik. Sebaiknya Ibu berhati-hati saat melakukan sterilisasi botol yang terbuat dari kaca, karena kemungkinan bisa pecah jika suhu terlalu tinggi. Ibu juga harus menjaga kebersihan tangan saat memerah ataupun menyimpan ASI dalam kemasan. Hal ini untuk mencegah adanya kuman bakteri yang masuk ke dalam susu. Dengan cara menyimpan ASI yang baik, berbagai manfaat ASI dapat diperoleh untuk menunjang tumbuh kembang bayi.

Selain itu, cara menyimpan ASI yang baik dapat mencegah ASI menjadi basi. Layaknya susu formula, ASI pun bisa basi atau kadaluarsa. Jika telah kadaluarsa akan membahayakan kesehatan bayi Ibu. Berikut adalah ciri-ciri ASI telah kadaluarsa :

  1. Aroma
    ASI yang basi memiliki aroma yang tidak sedap. Bau ASI basi busuk dan anyir. Sedangkan ASI yang bagus berbau segar dan beraroma manis.
  2. Rasa
    ASI perah yang kadaluarsa akan terasa tengik, pahit, dan terkadang terasa seperti sabun. Tak ada salahnya jika pada saat selesai memerah ASI, Ibu mencium dan mencicipi rasanya agar mengetahui bagaimana rasa dan aroma ASI yang bagus.

Jika Ibu mendapati ASI perah yang sudah mengalami perubahan aroma maupun rasanya walaupun telah disimpan dalam lemari pendingin sangat disarankan untuk membuangnya. Ibu dapat menjaga kuantitas ASI perah dengan rajin memerah dan makan makanan bergizi. Selain itu Ibu tak perlu merisaukan mitos-mitos menyusui yang beredar di masyarakat. Yakinlah wallupun bekerja, Ibu tetap bisa memberikan ASI terbaik untuk buah hati tercinta.

Be the first to comment on "Cara Menyimpan ASI Agar Tidak Kadaluarsa"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*