3 Manfaat Rutinitas pada Balita

Rutinitas pada balitaSource: pixabay.com

Siapa yang tak kenal rutinitas? Orang dewasa pasti sering melakukannya atau bahkan malas untuk melakukannya. Bagi balita, apakah rutinitas juga diperlukan? Sementara Ia masih terlalu kecil untuk dikenalkan pada aturan-aturan yang mengikat.

Usia balita dikenal sebagai masa Golden Age. Di mana pada masa ini perkembangan otak seorang anak sedang berkembang dengan pesat-pesatnya. Sehingga apa pun stimulasi yang Ibu berikan, entah baik ataupun buruk, akan memberi dampak besar pada kehidupan selanjutnya. Inilah alasan logis mengapa Ibu perlu memperkenalkan rutinitas pada balita. Lalu apa saja manfaat rutinitas tersebut?

Berikut adalah 3 manfaat rutinitas pada balita.

  1. Membuatnya lebih terarah

Rutinitas yang hampir sama setiap hari, tentunya akan membuat si Kecil sadar mengenai konsep dan waktu, sehingga si Kecil tidak bingung. Hal ini juga akan membuatnya lebih percaya pada lingkungan. Begitu anak merasa percaya dengan lingkungannya, ia akan merasa nyaman dan dilindungi. Kalau anak sudah merasa nyaman, tentu akan berdampak positif juga pada penyerapan dan daya nalarnya sehingga ia akan lebih belajar konsep-konsep baru dengan mudah dan cepat.

Memang dalam hidup tentu harus ada keseimbangan. Jadi spontanitas itu perlu dan bisa meningkat kreativitas anak. Namun dalam keseharian, struktur atau rutinitas akan membantu anak untuk mengendalikan diri. Tanpa rutinitas anak bisa jadi bingung dan mengalami kesulitan seperti belajar, pola makan, dan tidur. Tanpa struktur, semua hal-hal kecil bisa menjadi hambatan dan orangtua merasa selalu harus marah-marah terlebih dahulu karena anak susah mendengar kemauan orangtua. Tidak adanya struktur akan membuat anak merasa seperti ditutup matanya dan suruh berjalan buta. Ia akan bingung dan tidak mengerti langkah-langkah berikutnya. Oleh karena itu, anak merasa harus berontak dahulu karena ia merasa tidak punya kendali atas situasinya, serta tidak ada ekspektasi dan tujuan yang jelas.

Jadi bagi si Kecil, rutinitas akan membuatnya bisa mengatur diri dan memberi rasa kuasa. Anak yang tidak diajari struktur biasanya mengalami kesulitan untuk mengembangkan kebiasaan yang mendasar, padahal hal ini sangat bermanfaat untuk bisa mengawasi diri sendiri dan dalam hidupnya. Semua rutinitas dasar seperti menggosok gigi, makan, tidur, nonton, bermain, dan bangun tidur tidak menjadi hambatan jika sudah menjadi sebagai rutinitas harian. Lama-kelamaan hal ini akan menjadi kebiasan dan mengatur waktu akan lebih mudah untuk orangtua karena tidak perlu lagi terus-menerus mengingatkan atau harus marah-marah dahulu.  

  1. Melengkapi proses belajar

Dengan rutinitas, si Kecil akan belajar bagaimana cara membantu orang lain, bekerja sama dengan keluarga, sekaligus mampu membedakan antara hak dan kewajiban. Tentu hal ini berdampak baik, sebab akan sangat meresahkan bila si Kecil tumbuh menjadi seseorang yang hanya dapat menuntut haknya saja.

Dengan rutinitas harian, anak bisa belajar untuk membantu orangtua dan bekerja sama dengan keluarga juga. Misalnya anak bisa diajari untuk mencuci piring sendiri setelah makan, atau merapikan tempat tidur saat bangun tidur. Setelah makan, mandi malam. Setelah mandi malam, baca buku lalu tidur. Anak jadi tahu semua langkah berikutnya dengan rutinitas seperti ini. Ini semua menjadi ekspektasi dan kebiasaan yang sehat bagi keluarga, serta sangat penting agar anak bisa menjadi mandiri dan mengatur dirinya sendiri.

  1. Menjadi lebih mandiri

Rutinitas yang terus dilakukan secara berulang akan membuat si kecil mengerti, kapan harus melakukan ini dan itu. Biasanya konsep seperti ini malah dapat membentuk anak menjadi sosok yang mandiri dalam banyak hal.

Jika dilihat lagi, rutinitas dapat memberi dampak positif. Namun di sisi lain, kegiatan ini pun membahayakan. Si kecil bisa saja tumbuh menjadi pribadi yang kaku dan kurang fkeksibel dalam menyikapi banyak hal. Maka wajib hukumnya untuk tidak terlena pada sisi positifnya saja, imbangi juga dengan pengenalan hal-hal baru ya, Bu Maksudnya agar si kecil tidak tumbuh menjadi pribadi yang monoton.

Memberikan rutinitas kepada anak memang tidak semudah yang dibayangkan apalagi jika kedua orangtua sibuk. Diperlukan konsistensi jika ingin hal ini berhasil. Yang perlu diketahui, riset telah membuktikan kalau anak sering takut menghadapi hal baru. Namun dengan rutinitas pada balita, orangtua bisa memperkenalkan hal baru secara perlahan sehingga bisa mengurangi beban dan stresnya. Karena dengan demikian anak merasa memegang kendali. Seorang anak balita sebenarnya sama dengan orang dewasa, semua perubahan bisa dihadapi lebih baik kalau sudah ada espektasinya. Memang ada juga perubahan yang tidak terduga. Tetapi dengan fondasi berstruktur yang jelas dan kuat, anak akan lebih mudah beradaptasi dan lebih terbuka untuk belajar hal yang baru dalam hidupnya. Hal ini bisa terjadi karena ia sudah merasa nyaman dan tidak buta dengan lingkungannya.

Be the first to comment on "3 Manfaat Rutinitas pada Balita"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*